Minggu, 25 Desember 2011

Mengobati Penyakit Dengan Ular Berbisa

Ular. Apa yang ada dalam benak anda mendengar jenis hewan yang satu ini? Mungkin langsung menggigil ketakutan meski yang terdengar hanya desisannya. Tapi, meski hewan jenis reptil ini berbisa ternyata dipercaya memiliki banyak khasiat.

Manfaat ular untuk mengobati penyakit ini diyakini dalam ilmu pengobatan Cina sejak lama. Maka tak salah jika banyak orang yang datang ke kedai, di Jalan mustika raya rawa sapi samping giant pondok timur indah depan mts aski yang menyediakan semua manfaat ular.

Pemilik kedai cobra, mengatakan usaha yang digelutinya ini merupakan usaha keluarga. Karena tak hanya di Bandung ada juga di Jakarta dan Bali. David mewarisi usaha ini dari orang tuanya yang seorang sin shei atau tabib saat di bekasi. Khasiat ular, menurutnya, memang sudah tercatat dalam kitab pengobatan Cina. Di Bandung sendiri dia baru membuka tempat pengobatan dari ular ini tahun 1989.

Ular-ular yang diambil manfaatnya olehnya antara lain ular kobra, ular belang dan ular tanah. Barangkali untuk orang awam akan terkaget-kaget karena di tempat ini selain ular, juga menyediakan daging buaya, biawak, monyet dan kalong.

Ular-ular tersebut dikirim dari penampungan ular di Bekasi. Ular-ularnya sendiri didapatkan dari seluruh Jawa. Hampir semua bagian ular bisa dimanfaatkan. Dari mulai darah, empedu, dagingnya sampai ke kulitnya.

Darah dan empedu ular berbisa diyakini memiliki khasiat yang spontan. Tak hanya penyakit luar seperti penyakit kulit tapi juga penyakit dalam dari mulai kencing manis, lever, rheumatik, batuk asma, eksim, lemah jantung dan lain-lain. Agar khasiat lebih optimal, David menyarankan untuk menggunakan campuran darah dan empedu dari tiga jenis ular.

Darah dan empedu tersebut tidak begitu saja diminum. Tapi dicampur dengan ramuan campuran binatang lainnya seperti kuda laut, dan tanaman termasuk dicampurkan arak dan madu. Sampai saat ini David memiliki 10 jenis ramuan untuk campuran darah dan empedu.

Antara lain ramuan tangkur (alat kelamin) buaya, tangkur ular atau kidang kencana. Ramuan-ramuan tersebut terpajang di dalam toples-toples. Setiap ramuan dicampurkan sesuai dengan penyakit yang diderita oleh pengunjung.?

Selain darah dan empedu, dagingnya pun digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Baik diolah dengan dibuat sup, disate, dibuat abon atau digoreng. Selain makanan, daging-daging ular tersebut juga diolah dalam bentuk yang lebih praktis seperti tepung, kapsul, minyak oles bahkan empedunya ada yang dijual dalam keadaan kering.

Bagaimana? Siapkah nyali anda meminumnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar